Kamis, 09 Agustus 2012

Deteksi Tie Rod Mobil Bermasalah

Tie rod terdiri atas long tie rod dan tie rod end. Pada mobil dengan sistem kemudi rack and pinion, paling sering rusak adalah tie rod end-nya. Tugas peranti ini adalah mengikat roda, agar dapat belok kiri atau kanan.

Bila tie rod end sudah oblak, maka tak bakal mampu memegang roda secara sempurna. Akibatnya, arah roda (toe in/toe out) bakal berubah. Efeknya, mobil pun terasa melayang bahkan pada jalan mulus sekalipun. Tapi bila hanya sebelah yang rusak, arah mobil bisa lari ke kiri-kanan. Tak hanya itu, saat terkena lubang jalan akan menyebabkan pergerakan setir terasa liar.

Untuk mendeteksinya lebih lanjut, maka sama halnya ketika memeriksa kondisi ball joint. Yaitu dongkrak kedua atau salah satu roda depan di jalan rata, dan pastikan roda mampu berputar bebas atau tak menyentuh permukaan jalan.

Gerakkan roda dengan cara memegang sisi kanan dan kiri ban memakai tangan. Goyang-goyangkan agak kuat ke depan dan belakang, lalu cermati gejala yang muncul. Saat tie rod atau long tie rod rusak, akan muncul gejala roda yang oblak. Bahkan jika sudah parah akan disertai bunyi klotok-klotok. Maka tak ada jalan lain, selain menggantinya.

Ingat! Rekondisi tie rod yang saat ini banyak ditawarkan bengkel, tidak menjamin menuntaskan masalah. Sebab, “Hasilnya kurang maksimal, paling hanya tahan tiga bulan,” saran Erwan Proses rekondisi tie rod disebabkan kinerja komponen ini yang sudah sudah kendur untuk mencengkeram ball joint.

Alhasil untuk mengencangkannya kembali, maka harus memukul bagian pada bagian samping-sampingnya. Dan kalau tetap memaksa memakai rekondisi, “Syaratnya, lapisan teflon pada bola masih ada. Kalau sudah tidak ada dan dipaksa rekondisi kurang bagus. Soalnya besi langsung bertemu besi,” tambahnya.

Sumber : mobil.otomotifnet.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda sangat bermanfaat untuk blog kami dan juga pengunjung blog ini

RECENT COMMENTS